MOJOKERTO, LINTARAYA NEWS - Perombakan struktur kepemimpinan tingkat tinggi terjadi di dalam tubuh Keuskupan Agung Roblox. Berdasarkan surat keputusan resmi yang diterbitkan otoritas gereja, Mgr. D.S., SJ secara definitif diberhentikan dari jabatannya sebagai Uskup Agung Koajutor.
Pencopotan tersebut dikukuhkan melalui dokumen bernomor 15/06/2026. Melalui surat ketetapan yang sama, institusi langsung menunjuk Mgr. Fransesco Soegijapranata, MSC untuk mengisi kursi kepemimpinan yang kosong sebagai Uskup Agung Koajutor baru di lingkungan Keuskupan Agung RI.
Langkah drastis ini diambil menyusul adanya temuan dugaan eksploitasi aset digital dan manuver yang menyalahi hierarki. Di dalam dokumen SKEP tersebut, Mgr. D.S., SJ didakwa melanggar sejumlah aturan krusial yang tercantum di dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK). Dakwaan utama merujuk pada pelanggaran PERKE NO 10, yakni larangan mutlak bagi seluruh klerus untuk melayani keuskupan lain tanpa mendapatkan izin tertulis terlebih dahulu dari Nunsius atau Uskup Agung.
Selain perkara penugasan lintas keuskupan, dokumen tersebut juga menyoroti etika kepatutan. Pemberhentian ini berkaitan erat dengan beredarnya rekam jejak obrolan internal pada Sabtu (20/6/2026), di mana oknum terkait diduga berupaya menyalin tata letak map eksklusif milik Keuskupan RI, termasuk area altar dan ruang sakristi, ke dalam ruang kerja pribadinya. Tindakan ini dinilai oleh otoritas gereja sebagai bentuk pelanggaran terhadap PASAL 6:C mengenai cerminan rasa hormat dan kesopanan.
Menanggapi kisruh internal tersebut, perwakilan resmi diplomatik Vatikan langsung turun tangan dan memberikan peringatan keras. Tidak ada toleransi yang diberikan terkait pelanggaran tata tertib, terlepas dari tingkatan pangkat pelakunya.
"Mau kamu sudah Kardinal atau calon Uskup Agung, kalau kamu salah tetap saya pecat dan saya hukum! Keuskupan RI harus bersih tanpa namanya orang dalam. Di sini saya pertegas, jabatan kalian tidak ada apa-apanya di mata Tuhan, kalian kalau bersalah ya bersalah," ujar Nunsius, Sabtu (20/6/2026).
Penjatuhan sanksi ini menjadi penegas dari Keuskupan Agung Roblox bahwa pengadilan internal berjalan ketat. Segala bentuk pelanggaran aturan institusi akan ditindak sesuai prosedur kanonik yang berlaku, tanpa memandang status jubah yang disandang oleh anggota klerus.




💬 Komentar ...
Login dengan akun Roblox untuk berkomentar
Login dengan Roblox