Mensos dan Utusan Polri Turun Lapangan, Pasukan Dhaeng Kraton Gelar Latihan Senjata Era Victoria dan Artileri

YOGYAKARTA, LINTARAYA NEWS - Dentuman artileri terdengar keras. Barisan diperketat. Senjata klasik kembali diturunkan ke lapangan. Pada akhir pekan kemarin, batas antara institusi negara modern dan entitas pertahanan tradisional keraton resmi dilebur dalam sebuah manuver fisik yang intens.


Tepat pada Minggu (14/6/2026), Menteri Sosial (Mensos) RI bersama dengan Utusan POLRI melaksanakan agenda latihan gabungan berskala khusus. Manuver strategis ini dibantu penuh oleh Pasukan Dhaeng Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat RBX. Kolaborasi latihan militer lintas institusi ini menjadi penanda mutlak atas resminya penutupan agenda kerja sama diplomatik dan taktis antara pihak kementerian, kepolisian, dan lingkungan keraton.


Pelaksanaan operasi lapangan ini tidak dibiarkan berjalan tanpa arah. Pihak keraton menurunkan langsung K.R.T k4v1ndr4 untuk mengambil alih komando. Bertindak sebagai pembimbing sekaligus pendamping utama, ia mengawasi pergerakan setiap personel gabungan di lokasi.


Materi yang diberikan mengharuskan peserta untuk beradaptasi dengan metode tempur masa lampau. Seluruh jajaran pemerintahan dan kepolisian digembleng habis-habisan untuk menyatukan formasi barisan serta menguasai tata cara penggunaan senjata era Victoria. Sesi ini menuntut tingkat kedisiplinan dan akurasi tinggi dari setiap peserta yang terbiasa dengan perlengkapan modern.


Skala latihan kemudian ditingkatkan ke tahap yang lebih destruktif. Para peserta langsung diterjunkan untuk mengoperasikan unit senjata Artillery berat. Rangkaian tembakan meriam dan manuver formasi ini membuktikan bahwa sinergi pertahanan antara aparat sipil, penegak hukum, dan prajurit kebanggaan keraton mampu dieksekusi dengan presisi tinggi di atas lapangan.

💬 Komentar ...

Memuat komentar...
KEMBALI KE HOME

Berita Terkait