Creator Roblox Mengamuk, Pending Robux Diduga Diam-Diam Ditahan Hingga 30 Hari

MOJOKERTO, LINTARAYA NEWS - Barangnya sudah laku. Uangnya belum sampai. Sudah 30 hari. Inilah yang kini dihadapi ribuan kreator Roblox di seluruh dunia, dan tidak satu pun dari mereka mendapat penjelasan resmi mengapa.


Sejak Maret 2026, gelombang keluhan membanjiri DevForum Roblox dan Reddit. Para penjual 2D clothing, kreator item UGC, dan pemilik grup melaporkan hal yang sama: pending Robux mereka terus menumpuk, tetapi tidak pernah cair ke dana grup. Penjualan tetap berjalan, transaksi tercatat, tapi angka di rekening tidak bergerak. Kreator dengan nama itsvirtuosa, yang biasanya mengantongi sekitar 20.000 Robux per hari dari grupnya, melaporkan pendapatannya tiba-tiba berhenti sepenuhnya. Ia menyebut bukan hanya dirinya yang mengalami hal ini.


Komunitas punya teori, dan teorinya tidak menyenangkan. Seorang kreator bernama raskolibov (alias Yavuz) di DevForum menulis bahwa ia menduga Roblox secara diam-diam memperpanjang masa pending dari yang sebelumnya hanya 3 hingga 7 hari untuk 2D clothing menjadi 30 hari penuh, tanpa satu pun pengumuman resmi yang menjelaskannya. Ia menambahkan bahwa reaksi keras komunitas sudah bisa ditebak akan seperti apa jika perubahan ini diumumkan secara terbuka, dan menyebut ketiadaan pengumuman itu bukan kebetulan. Satu-satunya respons dari pihak Roblox yang berhasil dikutip komunitas hanyalah pernyataan singkat dari seorang staf yang mengakui bahwa perusahaan memang baru saja mengubah periode pelepasan dana, tanpa penjelasan lebih lanjut.


GambarScreenshot dalam devfoum Roblox (Foto: LINTARAYA/Dok-Pribadi)

Kemarahan komunitas bukan hanya soal menunggu. Kreator bernama VideoBlogsPro5 melaporkan bahwa 30 hari sudah lewat dan Robux miliknya tetap tidak cair. Kreator lain bernama DBfighters memohon agar ia diizinkan menerima Robux yang sudah ia peroleh dengan susah payah. Yang paling ironis datang dari seorang kreator bernama Keyboard, yang melaporkan menunggu tujuh hari hanya untuk menerima 28 Robux.


Di Reddit, situasinya tidak lebih tenang. Sejumlah pengguna secara eksplisit menyebut masa pending 30 hari sebagai kebijakan baru yang diterapkan tanpa persetujuan komunitas. Satu kreator menyimpulkan situasi ini dengan kalimat yang langsung menjadi viral di kalangan komunitas developer. Di forum yang sama, AgravainValo menyatakan kepercayaannya terhadap perusahaan terus merosot, sementara vsueza_12 menyebut cara Roblox mengabaikan keberatan komunitas sebagai sesuatu yang di luar nalar.


Kecurigaan komunitas bertambah dalam ketika mereka menghubungkan masalah ini dengan arah kebijakan Roblox yang lebih besar. Dalam beberapa bulan terakhir, Roblox memperkenalkan persyaratan baru untuk unggah 2D clothing, menaikkan biaya unggah, dan memperketat moderasi marketplace. Sementara itu, biaya pembuatan item 3D UGC justru diturunkan. Komunitas membaca pola ini sebagai upaya sistematis untuk mematikan ekosistem 2D clothing dan mendorong kreator beralih ke produk 3D yang lebih menguntungkan platform. Yavuz secara eksplisit menyebut perubahan pending ini bukan langkah menuju keamanan marketplace, melainkan tekanan terselubung agar kreator meninggalkan 2D clothing.


Ada satu dampak teknis yang juga disoroti komunitas. Sebelum sistem ini berubah, ada celah yang dimanfaatkan kreator nakal: mengunggah item yang melanggar aturan, menuai penjualan cepat, lalu membiarkan item dihapus setelah uang sudah cair. Dengan masa pending 30 hari, celah itu tertutup karena item bisa dimoderasi dan Robux direfund sebelum sempat diterima penjual. Komunitas mengakui efek samping ini ada, tapi menolak jika kreator jujur harus menanggung bebannya bersama.

💬 Komentar ...

Memuat komentar...
KEMBALI KE HOME

Berita Terkait