MARGABUWANA, LINTARAYA NEWS - Suasana Kota Margabuwana mendadak tegang, Selasa (13/1/2026). Tim gabungan Divisi Kepolisian harus berhadapan dengan kelompok kriminal bersenjata yang melakukan konvoi dan serangan terorganisir. Kelompok penyerang yang menamakan diri “Raider” tersebut terlihat menggunakan atribut kendaraan yang menyerupai organisasi masyarakat, sehingga sempat menimbulkan kebingungan di lapangan.
Operasi pengamanan yang diberi tajuk "Event SSU" ini dipimpin langsung oleh Wakalemdiklat Irjen Pol alghibagol. Dalam pantauan langsung di lapangan, Jenderal bintang dua tersebut sibuk mengoordinasikan pergerakan pasukan sekaligus mengelola situasi agar tetap kondusif.
"Ayo, kapan lagi kalian dapat poin... Nangkap Raider dapat poin. Ayo cepet," seru Irjen Pol alghibagol membakar semangat personelnya melalui saluran komunikasi.
Pertempuran berlangsung sengit di beberapa titik, terutama di sekitar Markas Polda dan Korlantas. Namun, kendala teknis sempat mewarnai jalannya operasi. Banyaknya kendaraan taktis yang dikerahkan oleh kedua belah pihak sempat membuat lalu lintas dan sistem kota mengalami gangguan (lag).
Melihat situasi tersebut, Irjen alghibagol dengan tegas memerintahkan pembatasan penggunaan kendaraan. "Tolong sekali lagi untuk yang tidak menggunakan kendaraan lagi tolong dihapus. Jika tidak ingin main sambil lag," peringatnya tegas kepada para peserta, khususnya kelompok Raider yang terlihat membanjiri jalanan dengan mobil pickup loreng.
Selain pertempuran fisik, operasi ini juga menekankan pada penegakan hukum yang prosedural. Personel polisi diwajibkan mendokumentasikan setiap penangkapan sebagai bukti kinerja. "Kalian kalau udah masukin kriminal ke penjara, foto guys buat bukti. Nanti tak kasih poin tambahan," janji sang Jenderal sebagai insentif bagi anggotanya yang berprestasi.



