Eyang Meri, Istri Kapolri Hoegeng Iman Santoso, Wafat di Usia 100 Tahun

MOJOKERTO, LINTARAYA NEWS - Meriyati Roeslani Hoegeng, pendamping setia almarhum Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, berpulang ke rahmatullah Selasa (3/2/2026) di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Almarhumah mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 13.24 WIB dalam usia 100 tahun.


Kabar duka menggemakan kesedihan di lingkungan Polri dan masyarakat luas. Almarhumah sempat dirawat intensif sebelum wafat. Keluarga mengabarkan bahwa beliau pernah menjalani perawatan dua kali sejak pertengahan Oktober 2025, sempat pulih, namun akhirnya dipanggil Sang Khalik.


Jenazah dimakamkan di TPBU Giri Tama, kawasan Tonjong, Parung, Kabupaten Bogor tepat di sisi makam sang suami tercinta, sesuai wasiat almarhum Jenderal Hoegeng. Kedua sosok yang tak terpisahkan semasa hidup kini kembali bersisian dalam peristirahatan abadi.


Lahir 23 Juni 1925 di Yogyakarta, almarhumah menikah dengan Hoegeng pada 31 Oktober 1946 dan dikaruniai tiga anak. Sepanjang hidupnya, beliau dikenang sebagai simbol kesederhanaan dan integritas mendampingi sang Jenderal yang tersohor sebagai penegak hukum tegas anti-korupsi tanpa pernah goyah.


GambarKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama mendiang Meriyati Roeslani Hoegeng, istri almarhum Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. (Foto: Humas Polri [Real Life])


Tepat pada hari jadi ke-100 di Juni 2025 lalu, almarhumah meluncurkan buku biografi yang disusun cucunya. Kapolri dan pejabat negara hadir memberikan penghormatan pada momen bersejarah tersebut.


Jajaran Polri, pejabat negara, dan masyarakat yang mengenalnya menyampaikan belasungkawa mendalam. Sosok Eyang Meri akan dikenang sebagai teladan kesetiaan dan pengabdian tanpa pamrih.


Lintaraya News dan segenap insan pers Indonesia Roblox turut berduka cita atas kepergian beliau.


Innalillahi wa innailaihi rojiun. Selamat jalan, Eyang Meri.

KEMBALI KE HOME

Berita Terkait