Krisis SDM Terparah Hantam TNI AL! Imbas Perpres No. 8, Dari 11.000 Personel Tercatat Hanya 100 Prajurit yang Bertugas di Lapangan

SURABAYA, LINTARAYA NEWS - Tur inspeksi Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) ke markas matra laut pada Kamis (14/5/2026) malam, sukses membuka tabir kelam. Rapat tertutup yang digelar bersama jajaran petinggi TNI AL di Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya tidak lagi sekadar membahas pembinaan ideologi, melainkan status darurat krisis sumber daya manusia (SDM) yang kini melumpuhkan institusi tersebut.


Berdasarkan data dan hasil perundingan yang diterima Lintaraya News, akar malapetaka ini bermuara pada penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 8 Tahun 2026. Regulasi sapu bersih terkait batas usia rekrutmen tersebut terbukti telah membunuh angka regenerasi. Fakta di lapangan menunjukkan anomali yang mengerikan: dari total 11.000 anggota yang terdaftar secara resmi di dalam komunitas, hanya 100 personel yang tersisa dan berstatus aktif beroperasi.


Penurunan drastis ini merata dan menghantam seluruh divisi di bawah komando matra laut. Tanpa adanya pasokan prajurit muda, sistem rotasi dan operasional satuan menjadi lumpuh total.

Krisis kuantitas ini semakin diperparah oleh kendala teknis spesifikasi operasional. Pihak internal mengakui adanya kekurangan anggota yang mumpuni beroperasi menggunakan perangkat PC. Hal ini membatasi daya gerak taktis armada, mengingat eksekusi tugas di lapangan menuntut kelancaran manuver yang sulit dipenuhi jika hanya mengandalkan perangkat seluler.


Lebih ironis lagi, loyalitas sisa prajurit yang ada kini dipertanyakan. Laporan dari meja rapat menyebutkan bahwa mayoritas anggota hanya bersedia "deploy" atau turun bertugas ketika ada event besar kenegaraan. Di luar perayaan seremonial tersebut, markas dan pos-pos penjagaan dibiarkan kosong melompong tanpa ada pergerakan operasional harian.


Pantauan lensa jurnalis memperlihatkan wajah-wajah tegang di ruang rapat VIP. Wamensesneg MSandy_P tampak duduk mengitari meja bundar untuk mencari jalan keluar bersama para petinggi laut, di antaranya Kolonel Rinoocidz, Laksamana Pertama Nathan2109048 (Puspomal), dan Letnan Satu Amir_DH4 (Dispenal).


Pertemuan darurat di Surabaya ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah pusat. Regulasi usia yang awalnya dirancang untuk mendewasakan ekosistem, kini justru berpotensi menenggelamkan salah satu matra pertahanan terbesar jika tidak segera dirumuskan status pengecualian atau langkah penyelamatan khusus.

Reaksi:

💬 Komentar ...

Memuat komentar...
KEMBALI KE HOME

Berita Terkait