"Lulus atau Tidak, Tetap Harus Humble": Gubernur Akpol Umumkan Kelulusan Seleksi Gelombang 2 dan 3 TA 2025

SEMARANG, LINTARAYA NEWS - Auditorium Gedung Tribrata Akademi Kepolisian (Akpol) dipadati ratusan Calon Taruna (Catar) yang menanti nasib, Jumat (26/12/2025). Suasana khidmat namun penuh ketegangan menyelimuti ruangan saat Gubernur Akpol, Inspektur Jenderal Polisi mrkapoksYTid, memimpin langsung acara Pengumuman Kelulusan Seleksi Gelombang 2 dan 3 Tahun Anggaran 2025.


Rangkaian acara diawali yang dipimpin oleh Pewara (Pembawa Acara) aloxforge dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggema di seluruh aula, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bripda Anugrahh40. Para peserta tampak duduk rapi, menanti keputusan final dari panitia seleksi pusat.


Dalam amanatnya, Irjen Pol. mrkapoksYTid memberikan wejangan mendalam kepada para calon perwira muda. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati (humble) dan integritas moral, terlepas dari hasil yang diterima malam itu.


"Kalian nanti walaupun lulus atau tidak lulusnya, kalian harus tetap humble. Dan juga harus menjadi manusia yang baik," pesan Gubernur Akpol di hadapan para hadirin.


Di sela-sela pengumuman, Jenderal bintang dua ini sempat menyinggung sekilas mengenai efisiensi kurikulum baru yang dipersingkat menjadi sekitar 25 hari, serta menampilkan nilai peserta secara terbuka di layar utama sebagai bentuk keterbukaan informasi lembaga.


GambarGubernur Akpol Irjen Pol. mrkapoksYTid memimpin acara pengumuman kelulusan di Auditorium Gedung Tribrata Akpol. (Foto: LINTARAYA/adeyid)


Malam itu, nasib berbeda dialami para peserta. Nama-nama seperti ACCBROKEN dan Moon_teroo dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan, sementara beberapa rekan seperjuangan mereka harus tertunda langkahnya karena belum memenuhi standar nilai minimum.


Usai acara formal di dalam gedung dan sesi foto, kegiatan tidak langsung berakhir. Beberapa siswa dan anggota Taruna digiring ke lapangan pasir untuk menjalani sesi "Olahraga Malam".


Kegiatan fisik penutup ini digelar bukan tanpa alasan, melainkan tindak lanjut instruksi langsung Ibu Negara (RI 3) untuk memastikan postur tubuh personel tetap ideal. "Arahan Ibu RI 3 agar tidak jadi polisi gendut," tegas instruksi yang terpampang di lapangan saat sesi pembinaan berlangsung.


GambarPara personel berkumpul di lapangan untuk mengikuti sesi Olahraga Malam sebagai tindak lanjut arahan Ibu Negara RI 3 terkait menjaga postur tubuh ideal.  (Foto: LINTARAYA/adeyid)

KEMBALI KE HOME

Berita Terkait