Pagar DPR Jebol Diterjang Massa! Demo Tolak Inflasi Harga Robux Berujung Lemparan Molotov, Wamensos Beri Peringatan Keras

JAKARTA, LINTARAYA NEWS - Pagar utama runtuh. Molotov melayang. Gas air mata memecah kerumunan. Malam itu, markas dewan perwakilan berubah menjadi medan pertempuran. Inilah puncak kepanikan massal ketika lonjakan inflasi digital mencekik jutaan warga, dan aparat keamanan dipaksa menahan gelombang amarah yang tumpah ruah ke jalanan.


Sejak pukul 19.00 WIB pada 30 Mei 2026, ribuan massa mengepung komplek Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Roblox. Aksi unjuk rasa berskala besar ini dipicu oleh lonjakan harga Robux yang meroket tajam tak terkendali. Dampak konflik arus globalisasi ini menghantam telak daya beli masyarakat. Barang aksesoris yang tadinya hanya seharga 15 Robux kini dipatok gila-gilaan hingga menyentuh angka 95 Robux. Krisis ini memaksa berbagai kalangan sipil, mulai dari pengemudi ojek, mahasiswa, hingga pelajar, turun ke jalan menuntut keadilan ekonomi.


Namun, tuntutan damai itu tidak bertahan lama. Di depan pagar utama gedung DPR, situasi berubah menjadi sangat kacau. Bentrokan meledak diiringi aksi pelemparan bom molotov hingga insiden pembacokan brutal. Menghadapi massa yang semakin anarkis, jajaran keamanan gabungan langsung mengambil tindakan tegas. Seluruh personel Polri, mulai dari kesatuan Sabhara hingga Brimob, merapatkan barisan di depan tenda komando masing-masing, didukung penuh oleh Pasukan Anti Huru-hara TNI.


Di tengah panasnya situasi, peringatan tajam meluncur langsung dari jajaran eksekutif. Wakil Menteri Sosial, Bapak Basuki, turun memberikan teguran keras agar massa tidak bertindak kelewat batas dan menghindari ujaran provokatif yang menyentuh ranah sensitif.


"Kalian jangan berlebih-lebih di game ini, jangan sampai kalian ngomong pecat pra****," ucap Bapak Basuki memberikan peringatan keras kepada para demonstran di lokasi.


Teguran tersebut rupanya tidak cukup untuk membendung tekanan massa. Operasi pengendalian terpaksa ditingkatkan. Pasukan dari kesatuan Sabhara mengerahkan armada truk watercannon untuk menyemprot mundur barisan depan demonstran. Penghadangan taktis juga dilakukan menggunakan unit traktor Sabhara demi menstabilkan kondisi perimeter gedung.


Tepat pada pukul 19.47 WIB, pertahanan garis terdepan akhirnya runtuh. Pagar utama komplek DPR jebol. Massa berhamburan merangsek masuk ke dalam area gedung secara anarkis. Aparat merespons cepat dengan menembakkan gas air mata ke kerumunan yang tak terkendali, disusul dengan operasi penangkapan paksa terhadap sejumlah demonstran yang terbukti menjadi provokator kerusuhan.


Meski diwarnai dengan adu fisik, jebolnya pagar utama, dan pelepasan gas air mata, ketegangan di markas wakil rakyat ini pada akhirnya berhasil diredam. Setelah melewati malam yang panjang dan tindakan pengendalian massa yang terukur, unjuk rasa besar ini resmi ditutup dengan kesepakatan damai dari kedua belah pihak.

💬 Komentar ...

Memuat komentar...
KEMBALI KE HOME

Berita Terkait