Pelatihan Akhir Operasi Papua Siswa Sabhara Gagal di Dua dari Tiga Skenario, Kepala Instruktur: "Tidak Tampil Maksimal"

PAPUA BARAT, LINTARAYA NEWS - Dari tiga skenario yang disiapkan, hanya satu yang berhasil mereka selesaikan. Pelatihan akhir Operasi Papua bagi Siswa Sabhara Roblox yang digelar Jumat (27/3/2026) pukul 19.20 WIB berakhir dengan catatan buram: gagal di breaching, kalah di kontak senjata, dan pulang membawa teguran dari instruktur.


Operasi ini dirancang sebagai ujian penutup, terdiri dari tiga skenario berurutan. Negosiasi, breaching, lalu kontak senjata melawan Kelompok Kriminal Bersenjata. Skenario pertama berjalan sebagaimana mestinya. Siswa Sabhara berhasil menyelamatkan sandera, SonaAndra, yang sebelumnya berada dalam cengkeraman KKB. Negosiasi berjalan lancar, sandera keluar selamat.


Namun skenario kedua membongkar celah yang lebih serius. Koordinasi antarpersonel ambrol saat operasi breaching dijalankan komunikasi putus di tengah jalan, dan misi gagal. Para instruktur memberi satu kesempatan tambahan. Hasilnya tidak berbeda: siswa Sabhara kembali gagal untuk kedua kalinya pada skenario yang sama. Teguran langsung dijatuhkan.


Memasuki skenario terakhir, kondisi justru memburuk. Semangat yang seharusnya memuncak di penghujung pelatihan tidak terbaca di lapangan. Siswa menjalankan operasi kontak senjata dengan tempo yang loyo dan KKB memanfaatkannya. Pihak siswa kalah.


Bripda warrios24, Kepala Instruktur Roblox, menyatakan kekecewaannya. Ia menilai siswa tidak tampil semaksimal mungkin justru di pelatihan yang seharusnya menjadi momen pembuktian terakhir sebelum kelulusan.

Reaksi:

💬 Komentar ...

Memuat komentar...
KEMBALI KE HOME

Berita Terkait