JAKARTA, LINTARAYA NEWS - Malam Minggu (22/2/2026) bukan malam biasa di Taman Apkasi Mabes Sabhara. Ratusan personel Korps Sabhara duduk rapi memenuhi saf, mengenakan peci dan seragam dinas. Suasana khidmat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H terasa begitu kental, bahkan di tengah hiruk-pikuk dunia maya.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ajun Brigadir Polisi Zephilou. Suara tartil mengalun, meneduhkan ribuan hati yang hadir.
Pembacaan ayat suci al-Qur'an Ajun Brigadir Polisi Zephilou (Foto: LINTARAYA/adeyid)
Dalam sambutannya, Komjen Pol alghibagol (PLH Wakapolri) memberikan apresiasi tinggi pada inisiatif Korps Sabhara. Ia menekankan pentingnya momen ini untuk mempererat tali silaturahmi antar personel yang sering kali terjebak kesibukan operasional.
"Spesialnya acara pada malam hari ini adalah acara-acara seperti ini jarang terjadi di divisi-divisi lain," ujar alghibagol. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemicu tumbuhnya pribadi yang lebih baik dan toleransi yang lebih tinggi.
Namun, ujian datang tak terduga. Saat Brigadir Polisi Anugrahh40 tengah menyampaikan ceramah tentang hakikat puasa sebagai "Madrasah Kemanusiaan", ruangan tiba-tiba diwarnai kekacauan. Sebuah aksi exploit atau gangguan teknis ganas merusak ketertiban, membuat posisi jamaah kacau tak beraturan.
Jamaah sempat gempar. Namun, Anugrahh40 tetap berdiri tegak di podium. Ia tidak gentar. Dengan bijak, ia mengubah kekacauan itu menjadi bahan renungan, mengibaratkan pelaku gangguan sebagai angin yang tak pernah henti menerbangkan debu.
"Karena manusia itu banyak yang senang mengganggu seperti angin di belakang sana... tapi kita tetap yakin dengan teguh kekuasaan kita, apalagi kita sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan," tegas Anugrahh40, menahan emosi jamaah yang tersentak.
Cerbmon itu berlanjut dengan pesan kuat tentang empati. "Allah ingin agar hati kita lembut dengan merasakan perihnya lambung yang kosong," imbuhnya, mengingatkan pentingnya berbagi di bulan penuh berkah.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Brigadir Polisi ulattai, menandai berakhirnya malam penuh hikmah di tengah ujian kesabaran.



