JAKARTA, LINTARAYA NEWS - Gerbang menuju perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) I Tahun 2026 dibuka, Rabu (28/01/2026). Gelombang awal seleksi atlet mulai bergerak di berbagai instansi negara, berada di bawah pantauan langsung pucuk pimpinan olahraga nasional.
Laporan perdana TVRI menyoroti jalannya seleksi di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Tahap awal difokuskan pada Tes Administrasi yang ketat, mencakup verifikasi identitas hingga rekam jejak kesehatan para calon atlet Bhayangkara.
"Tes administrasi ini bertujuan memastikan setiap calon atlet telah memenuhi kelengkapan serta keabsahan dokumen persyaratan," demikian laporan resmi TVRI dari lokasi seleksi Polri.
Sementara itu, Lintaraya News melaporkan langsung dari Markas Kodiklat AAL STAL, lokasi berlangsungnya seleksi fisik dan peminatan cabang olahraga bagi personel TNI Angkatan Laut. Di tempat ini, proses seleksi tak hanya menguji fisik, tetapi juga memetakan bakat atlet sesuai kebutuhan kontingen.
Operasi lapangan dipimpin oleh Wakil Ketua KONI, Satriani242. Di bawah komandonya, puluhan prajurit berbaris rapi untuk pendataan minat dan bakat, mencakup cabang Boxing, Sepak Bola, hingga E-Sport, menandai pendekatan seleksi yang adaptif terhadap perkembangan olahraga modern.
Para calon atlet dicatat untuk mengikuti seleksi PON I 2026 (Foto: LINTARAYA/adeyid)
Keseriusan agenda nasional ini semakin nyata dengan kehadiran figur sentral di lapangan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Ketua KONI, KacangGoyeng6574, terlihat hadir langsung meninjau barisan peserta. Kehadirannya berdiri di sisi formasi menjadi sinyal kuat pengawasan ketat pemerintah terhadap transparansi dan integritas proses seleksi.
Sebagai pelaksana teknis, Satriani242 menegaskan bahwa atlet yang lolos seleksi tidak akan langsung menuju arena pertandingan, melainkan harus melewati fase berat Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) di Jakarta.



