MOJOKERTO, LINTARAYA NEWS - Niat hati mematuhi regulasi perlindungan anak dari pemerintah Indonesia, Roblox justru memicu kemarahan ribuan kreator kecil di seluruh dunia. Mulai 19 Mei 2026, akses untuk merilis karya kepada pemain di bawah usia 16 tahun resmi dikunci di balik gerbang verifikasi identitas ketat dan sistem berlangganan bulanan.
Kebijakan global ini ternyata bukan sekadar inisiatif internal, melainkan respons langsung atas tekanan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia. Pada akhir Maret 2026, Komdigi menerbitkan regulasi ketat yang melarang anak di bawah 16 tahun mengakses ekosistem digital berisiko tinggi tanpa pengawasan. Menghindari pemblokiran massal di salah satu pasar terbesarnya di Asia Tenggara, manajemen di San Mateo terpaksa merombak total sistem perilisan karya mereka secara global.
"I think our relationship with the Indonesian government is very much aligned, especially in prioritizing children’s safety. Since January, we have been adapting to the standard regulations," ujar Tami Bhaumik, Vice President for Civility and Partnerships Roblox, seperti dikutip dari pernyataan resminya pada media briefing di Jakarta, 14 April 2026. Upaya adaptasi ini diwujudkan melalui pembagian audiens ke dalam kasta umur spesifik yang secara otomatis mematikan fitur obrolan bagi pengguna di bawah umur.
Namun, efek domino dari kepatuhan regulasi antarnegara ini memukul telak para pengembang independen. Untuk menembus pasar anak-anak yang sebelumnya bebas akses, kreator kini diwajibkan menyerahkan kartu identitas resmi (KTP/Paspor), menyalakan autentikasi dua faktor, dan berlangganan sistem premium seharga $4.99 USD atau sekitar Rp 80.000 per bulan. Jika menolak atau tak mampu membayar, karya mereka otomatis dikarantina hanya untuk audiens dewasa berusia 16 tahun ke atas.
Aturan ini memicu ledakan protes di forum pengembang global. Banyak kreator remaja yang merasa karir mereka dibunuh secara perlahan oleh sistem kapitalisasi berkedok perlindungan anak ini. "I myself don’t live in one, and I don’t have a stable, disposable income because I am not over the age of 18; what am I meant to do? Sit and watch how all my games are set to 16+ just because I can’t afford a subscription?" keluh kreator dengan nama pengguna klazorix di kolom komentar forum resmi, Selasa (14/4/2026).
Langkah drastis ini mengonfirmasi bahwa Roblox siap mengorbankan ribuan pengembang amatir demi mengamankan kepatuhan hukum di negara-negara dengan regulasi ketat seperti Indonesia. Di balik dalih perlindungan anak dari ancaman predator, terselip monopoli akses pasar yang kini hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu membayar uang bulanan.




💬 Komentar ...
Login dengan akun Roblox untuk berkomentar
Login dengan Roblox